RSS

Isra’ Mi’raj, Bolehkah Dirayakan?

09 Jun

Segala puji hanya milik Allah, Tuhan Yang Maha Esa, tiada yang berhak disembah kecuali Dia, tiada sekutu baginya. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi termulia, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan keluarga beliau serta para sahabatnya dan semua yang mengikutinya dengan baik, hingga hari kiamat.

Umat Islam meyakini akan terjadinya peristiwa Isra’ dan Mi’raj pada diri Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan ini adalah sebuah peristiwa yang agung.

Firman Allah subhaanahu wa ta’ala :

سبحان الذي أسرى بعبده ليلا من المسجد الحرام إلى المسجد الأقصى الذي باركنا حوله لنريه من آياتنا إنه هو السميع البصير

MahaSuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya, agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda tanda (kebesaran) kami, sesungguhnya Dia adalah MahaMendengar lagi MahaMelihat” ( QS. Al Isra’: 1).

Kapan Terjadinya?

Para ulama berbeda pendapat mengenai waktu terjadinya peristiwa Isra’ Mi’raj dengan perbedaan yang banyak dan perbedaan yang jauh. Jika Layl al Qadr hanya berbeda tanggal dalam bulan Ramadhan, maka perbedaan pendapat dalam Isra’ Mi’raj mencapai perbedaan bulan bahkan tahun. Jika berkenan silahkan membaca pemaparan hal ini oleh Ustadz Kholid di http://ustadzkholid.com/fiqih/peringatan-isra-miraj/ dan keterangan : Oleh karena banyaknya perbedaan pendapat dalam masalah ini, maka benarlah apa yang dikatakan Ibnu Taimiyah Rahimahullah , bahwa tidak ada dalil kuat yang menunjukkan bulannya dan tanggalnya. Bahkan pemberitaannya terputus serta masih diperselisihkan, tidak ada yang dapat memastikannya.

Nah, selayaknya, jika memang perayaan Isra’ Mi’raj itu disyariatkan, tentu waktu [hari atau tanggal]nya jelas dan pasti. Sebagaimana pastinya Idul Fithr yang jatuh pada 1 Syawal atau Idul ‘Adha yang jatuh pada 10 Dzulhijjah. Semestinya ini menjadikan pemikiran, kalau waktunya saja tidak diketahui pastinya, lalu mau ngadainnya kapan? Seharusnya akan muncul pertanyaan, mungkinkah perayaan yang disyariatkan untuk satu kejadian memiliki waktu yang berbeda-beda? Gak mungkin kan?

Harus juga digarisbawahi bahwa perbedaan tersebut adalah pendapat para ulama, namun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri tidak pernah menyampaikan waktu terjadinya hal tersebut. Maka para ulama mengatakan, hanya Allah saja lah yang mengetahui hikmah akan kelalaian manusia dalam hal ini.

Bagaimana Hukum Merayakan Isra’ Mi’raj?

Sebuah hari yang dirayakan disebut sebagai hari raya, padahal Islam hanya memiliki 2 (dua) hari raya saja. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda dalam hadits Anas bin Malik radhiallahu anhu :

قَدِمْتُ عَلَيْكُمْ وَلَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُوْنَ فِيْهِمَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ, وَقَدْ أَبْدَلَكُمُ اللهُ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا: يَوْمَ النَّحْرِ وَيَوْمَ الْفِطْرِ

“Saya terutus kepada kalian sedang kalian (dulunya) mempunyai dua hari raya yang kalian bermain di dalamnya pada masa jahiliyah, dan sungguh Allah telah mengganti keduanya untuk kalian dengan yang lebih baik dari keduanya, (yaitu) hari Nahr (idul Adh-ha) dan hari Fithr (idul Fithri)”. (HR. An-Nasa`i (3/179/5918) dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 4460)
Maka hadits ini menegaskan bahwa hari raya tahunan yang diakui dalam Islam hanyalah hari raya idul fithri dan idul adh-ha.

Merayakan peristiwa tersebut [Isra’ Mi’raj]  yang dengan kata lain : menjadikan 27 Rajab sebagai Hari Raya, tentu merupakan sebuah hal yang terlarang dan merupakan bentuk kelancangan terhadap Allah dan Rasul-Nya.

  • Lancang terhadap Allah karena Allah telah menjadikan Islam sempurna sebagaimana firmanNya 1) dalam QS Al Maidah ayat 3, sedangkan sesuatu yang telah sempurna tidak perlu ditambah atau dikurangi.
  • Lancang terhadap Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam karena dengan mengadakan sebuah perayaan baru sama saja menuduh beliau tidak menunjukkan seluruh kebaikan.2)
  • Lancang terhadap para Sahabat Nabi karena tidak merayakan Isra’ Mi’raj, padahal jika hal tersebut baik tentulah para Sahabat telah melakukannya karena mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera kepada kebaikan.
  • Lancang terhadap para Ulama yang diakui keilmuannya dengan menganggap mereka bodoh karena menurut mereka merayakan peringatan Isra’ Mi’raj mengandung kebaikan.
  • Melakukan hal yang sia-sia karena semua amal yang tidak dilandasi dalil akan tertolak.3)
  • Menganggap remeh peringatan dan lebih suka berada dalam kesesatan. 4)

Maka,

Kesimpulan : TIDAK BOLEH MERAYAKAN ISRA’ MI’RAJ

PERINGATAN : Akan ada orang yang membela kesesatan perayaan Isra’ Mi’raj dan ibadah lain yang tidak berlandaskan dalil dengan berbagai ucapan yang memikat. Waspadalah! Ingat! Kita telah bersyahadat bahwa hanya akan menyembah Allah saja dan hanya mengikuti apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah saja.

“Janji itu (balasan/ bayaran) hanya diberikan bagi yang menepati janji (bekerja dengan jujur)”

“Janji Allah (surga) hanya diberikan bagi yang menepati janji (beriman dan beramal shalih)”

Wallahu ta’ala a’lam.

Semoga bermanfaat. Sahabatmu, Slamet Ariyanto.

——-

Footnote :

1)] اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا [.

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu ni’matKu, dan telah Kuridloi Islam sebagai agama bagimu” ( QS. Al Maidah, 3 ).

2) Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi, kecuali wajib baginya untuk menunjukkan kebaikan yang diketahuinya kepada ummatnya dan memperingatkan mereka terhadap keburukan yang diketahuinya kepada mereka.” [Shahih. HR. Muslim no. 1844]

3) Dari ‘Aisyah radliyallahu ‘anha berkata : bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد “.

Barang siapa yang mengada adakan sesuatu perbuatan ( dalam agama ) yang sebelumnya tidak pernah ada, maka amalan itu tertolak”.

Dan dalam riwayat imam Muslim, Rasulullah bersabda :

من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد “.

Barang siapa mengerjakan suatu perbuatan yang belum pernah kami perintahkan, maka ia tertolak”.

4) Dalam shahih Muslim dari Jabir rodhiAllah ‘anhu ia berkata : bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam salah satu khutbah Jum’at nya :

أما بعد, فإن خير الحديث كتاب الله، وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم، وشر الأمور محدثاتها، وكل بدعة ضلالة “.

Amma ba’du : sesungguhnya sebaik baik perkataan adalah Kitab Allah ( Al Qur’an ), dan sebaik baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, dan sejelek jelek perbuatan ( dalam agama) adalah yang diada adakan, dan setiap bid’ah ( yang diada adakan) itu sesat” ( HR. Muslim ).

Dan dalam kitab kitab Sunan diriwayatkan dari Irbadh bin Saariyah rodhiAllahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah menasehati kami dengan nasehat yang mantap, (jika kita mendengarnya) hati kami bergetar, dan air mata kami akan berlinang, maka kami berkata kepadanya : wahai Rasulullah, seakan akan nasehat itu seperti nasehatnya orang yang akan berpisah, maka berilah kami nasehat, maka Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أوصيكم بتقوى الله والسمع والطاعة وإن تأمر عليكم عبد فإنه من يعش منكم فسيرى اختلافا كثيرا، فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهديين من بعدي تمسكوا بها وعضوا عليها بالنواجذ, وإياكم ومحدثات الأمور فإن كل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة “.

Aku wasiatkan kepada kamu sekalian agar selalu bertakwa kapada Allah, mendengarkan dan mentaati perintahNya, walaupun yang memerintah kamu itu seorang hamba, sesungguhnya barang siapa diantara kalian hidup ( pada masa itu ), maka ia akan menjumpai banyak perselisihan, maka ( ketika ) itu kamu wajib berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah para Khulafaurrasyidin yang telah mendapat petunjuk sesudahku, pegang dan gigitlah dengan gigi gerahammu sekuatnya, dan sekali kali janganlah mengada ada hal yang baru ( dalam agama ), karena setiap pengadaan hal yang baru itu bid’ah, dan setiap bid’ah itu sesat ”.

=========

Sumber :

Konsekuensi Cinta Kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Pustaka At-Taqwa (2011)

http://muslim.or.id/manhaj/perayaan-isra-miraj.html

http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/04/27/memperingati-malam-perayaan-isra-miraj/

http://ustadzkholid.com/fiqih/peringatan-isra-miraj/

http://abiubaidah.com/ensiklopedi-amalan-setiap-bulan.html/

http://manhaj-salafusshalih.blogspot.com/2011/01/rangkaian-hadis-isra-dan-miraj.html

 

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on June 9, 2012 in Uncategorized

 

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: